• Status Order
  • Tlp: 0865-288-5074
  • SMS/WA: 0898-408-7000
  • elbustane@gmail.com
Terpopuler:

Jangan-jangan Kita Belum Dewasa Dalam Beragama

23 Februari 2020 - Kategori Blog

@qowimu

متى كنت إذا أعطيك بسطك العطاء وإذا منعت قبضك المنع

فاستدل بذالك على ثبوت طفوليّتك وعدم صدقك في عبوديتك

Jika kamu gembira karena diberi karunia-Nya, lalu bersedih dan kecewa saat diberi oleh-Nya
Maka, itu tandanya kamu belum dewasa dan tidak tulus dalam beribadah – Syaikh Ibnu Athaillah As Sakandari

Seorang anak kecil, ketika orang tuanya memberikan sesuatu yang diinginkan anaknya, pasti anak tersebut riang gembira dan bahagia. Sebaliknya, jika orang tua tidak menuruti keinginan sang anak, niscaya anaknya akan bersedih bahkan menangis mengungkapkan kekecewaannya.

Jika kita melihat ada orang tua yang tidak memberikan keinginan anaknya, apakah kita menganggap orang tua tersebut tidak peduli dengan anaknya, atau bahkan tidak menyayangi anaknya?

Tentunya tidak bukan?

Banyak alasan, tidak hanya sekadar menuruti atau tidak, namun apakah itu baik atau tidak untuk anaknya. Dasar pemberian yang dilakukan oleh orang tua kepada anak, tentu dengan pertimbangan baik dan buruk, bagus atau tidak dan lain-lain.

Agaknya, Tuhan pun demikian, memberikan sesuatu kepada hambanya bukan karena hambanya minta, namun apakah permintaan itu baik atau tidak untuk nasibnya kelak?

Sayangnya, kita sering lalai. Lalu menyimpulkan bahwa Tuhan tidak peduli sama kita karena tidak menuruti kemauan kita.

Syaikh Ibnu Athaillah sudah mewanti-wanti di dalam maqalahnya yang sudah ditulis di atas, bahwa pertimbangan sayang dan tidak Tuhan kepada kita dilihat dari pemberiannya kepada kita. Maka kita termasuk hamba yang belum dewasa.

Kita masih suka menuruti kemauan kita sendiri.

Bagi orang-orang sufi yang arif billah, pemberian atau tidak adalah hal sama. Sebab hal itu sama-sama dikehendaki oleh Tuhan.

Dia memberi kita sesuatu atas kehendaknya, dan tidak memberikan sesuatu juga karena kehendaknya. Jika sama-sama dikehendaki oleh Dia, mengapa kita tiba-tiba susah dan merasa sedih jika tidak diberi apa yang kita inginkan?

Jika kita masih merasa demikian, ternyata kita ini masih menjadi hamba yang belum dewasa, kita masih kanak-kanak.

Memang sulit dan butuh waktu yang panjang untuk memahami kehendak Tuhan, namun jika kita mau bersabar dan menunggu sejenak, kelak kata orang-orang Arif “Kita akan menemukan jawabnya”